Nosel.co Jakarta- Atina Akinoref memiliki perjalanan hidup yang berakar kuat dari Indonesia Timur. Ia merupakan orang Tepa, suku yang berasal dari Pulau Masela, sebuah pulau kecil di Maluku Barat Daya.
Sejak masih bayi, Atina telah pindah ke Merauke yang saat itu masih menjadi kabupaten paling selatan di Papua. Kota tersebut menyimpan banyak kenangan indah dalam perjalanan masa kecilnya. Masyarakat yang ramah dan suasana kota yang nyaman menjadi bagian dari cerita hidupnya.
Salah satu pengalaman unik yang masih diingatnya adalah tumbuh dengan mengenal daging rusa dan saham atau wallaby sebagai makanan yang umum dikonsumsi, sementara daging sapi biasanya hadir dalam acara-acara tertentu.
Perjalanan Atina menuju dunia entertainment dimulai ketika ia merantau ke Yogyakarta. Di kota inilah ia pertama kali mengenal dan jatuh cinta pada seni fotografi melalui kegiatan ekstrakurikuler saat duduk di bangku SMA.
Ketertarikannya terhadap dunia visual kemudian membawanya mencoba peruntungan sebagai seorang model.

Namun, kecintaannya pada seni tidak berhenti di sana. Atina juga memiliki ketertarikan terhadap sastra dan dunia akting. Saat SMA, ia beberapa kali terlibat dalam pentas sastra, membaca puisi, hingga tampil dalam pertunjukan drama. Berbagai pengalaman tersebut perlahan membentuk langkahnya dalam dunia kreatif.
Kini, Atina terus mengembangkan dirinya sebagai model dan influencer. Meski telah tampil dalam film Suanggi: Ilmu Kutukan, ia dengan rendah hati merasa bahwa dirinya masih berada di awal perjalanan sebagai seorang aktris.
Film tersebut merupakan pengalaman film pertamanya, dan saat ini Atina memilih untuk belum bergabung dalam proyek film baru. Ia ingin fokus memperdalam kemampuan akting dengan mengikuti kelas akting, sambil tetap aktif menjalani dunia modeling. Baginya, terus belajar dan mengasah kemampuan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju impian yang lebih besar.
Bekerja di depan publik tentu memiliki suka dan duka tersendiri. Bagi Atina, tantangan terbesar adalah bagaimana mengelola emosi dan menjaga sikap di tengah perkembangan media sosial yang semakin luas dan ramai.
Memiliki banyak pengikut membuatnya menyadari bahwa setiap kata dan narasi yang disampaikan perlu dipertimbangkan dengan bijak. Namun, di balik tanggung jawab tersebut, ada kebahagiaan yang jauh lebih besar. Atina bersyukur karena dirinya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dari Indonesia Timur sekaligus menjadi salah satu suara yang mewakili mereka.

Melalui perjalanan hidup dan kariernya, Atina memiliki pesan khusus untuk anak-anak muda Indonesia, terutama perempuan-perempuan dari Timur.
“Tidak ada yang kurang dari kalian. Your tan skin, your curly hair, your big bright eyes, your smile, everything is perfect.”
Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, banyak membaca buku, mengenali, serta mencintai budaya yang membentuk identitas diri.
Dengan rasa bangga terhadap akar budaya dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri, Atina percaya bahwa perempuan Timur juga mampu menunjukkan cahayanya kepada dunia. Karena pada akhirnya, mereka pun bisa bersinar seperti matahari dari Timur.
source image: Atina Akinoref
