Nosel.co Jakarta- Grace Given Misael lahir dan besar di Depok, dalam keluarga yang penuh cinta dan kehangatan. Baginya, keluarga menjadi tempat pertama untuk belajar tentang kehidupan dan nilai-nilai kebaikan. Ia bersyukur memiliki orang tua yang tidak hanya membesarkannya dengan kasih sayang, tetapi juga mewariskan sebuah nama baik yang selalu dijaga dan menjadi pengingat dalam setiap langkah perjalanan hidupnya.
Perjalanan karier Grace membawanya kembali ke dunia yang begitu ia cintai, yaitu dunia penerbangan. Saat ini, ia kembali “mengudara” dan terbang sebagai seorang flight attendant.
Namun, dunia penerbangan bukanlah hal baru baginya. Pada tahun 2019 hingga 2024, Grace telah lebih dulu menapaki industri ini sebagai interpreter on board untuk penerbangan charter China. Kini, ia kembali terbang dengan peran yang berbeda, membawa semangat dan pengalaman baru dalam setiap perjalanan.

Bagi Grace, salah satu hal yang paling menyenangkan dari pekerjaannya adalah kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dan mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Setiap penerbangan menghadirkan cerita dan pengalaman yang berbeda.
Meski demikian, ada pula tantangan yang harus dijalani. Ketika banyak orang menikmati hari libur atau merayakan hari besar bersama keluarga, Grace dan rekan-rekannya terkadang tetap harus bertugas di udara. Namun, di tengah rasa rindu dan lelah itu, selalu ada kebahagiaan tersendiri ketika ia bisa mengantarkan para penumpang untuk bertemu dengan orang-orang yang mereka sayangi.
Ke depan, Grace berharap semua aspek kehidupannya dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Ia ingin tetap berkembang dalam karier, memiliki kehidupan sosial yang baik, perekonomian yang sehat, serta menjaga kesehatan agar dapat terus menjalani kehidupan dengan penuh semangat. Semua itu menjadi semakin berarti karena ia ingin terus menikmati setiap proses bersama keluarga tercinta.

Bagi Grace, kehidupan bukanlah tentang seberapa sering seseorang gagal atau hancur. Kehidupan adalah tentang menemukan alasan untuk bangkit dan menjadi utuh kembali.
Ia percaya bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan langit yang selalu cerah, tetapi Tuhan menjanjikan penyertaan, bahkan ketika badai datang.
Seperti yang tertulis dalam Yesaya 41:10, Grace percaya bahwa dalam setiap perjalanan hidup, manusia tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.
source image: Grace

