Dari Pesantren hingga Malaysia, Mengulik Jejak Bisnis Gus Gudfan
Nosel.co Lamongan- Di balik kiprahnya sebagai tokoh Nahdlatul Ulama, Gudfan Arif Ghofur atau Gus Gudfan juga dikenal memiliki perjalanan panjang di dunia usaha. Sejak terjun ke bisnis pada 2003, putra Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, KH Abdul Ghofur, ini mengembangkan berbagai usaha di sejumlah sektor.
Jejak bisnis Gus Gudfan membentang dari perdagangan, produksi, pertambangan, hingga sektor teknologi. Ia juga memiliki pengalaman mendirikan dan mengelola sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas, petrokimia, informasi dan telekomunikasi, serta pertambangan batu bara.
Di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat, pengembangan ekonomi pesantren juga tumbuh melalui berbagai unit usaha. Mulai dari empat toserba, food court di kawasan santri putra dan putri, produksi garam SSD yang mencapai sekitar 50 ton per hari, produksi pupuk, usaha material Mustika Sunan Drajat, hingga pabrik kapal.
Ekspansi bisnis bahkan menjangkau pasar internasional. Salah satu pengembangan usaha dilakukan di Malaysia dengan berdirinya sembilan restoran.
Menurut Gus Gudfan, perkembangan ekonomi dan bisnis pesantren tidak terlepas dari kolaborasi antara pengasuh, santri, dan alumni, baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren.
Pondok Pesantren Sunan Drajat juga menjalin kerja sama dengan program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur, yang mendorong pesantren untuk memiliki produk dan kekuatan ekonomi mandiri.
Selain aktif sebagai pengusaha, Gus Gudfan juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan NU. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi bendahara di berbagai organisasi, termasuk PP Pagar Nusa dan RMI PWNU Jawa Timur.
Gus Gudfan kemudian dipercaya masuk dalam jajaran pengurus PBNU masa khidmah 2022–2027, termasuk pernah mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas Bendahara Umum PBNU pada 2022.
Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang ini membuktikan bahwa dunia pesantren dan dunia bisnis dapat berjalan beriringan. Dari perdagangan dan produksi hingga bisnis berskala nasional dan internasional, Gus Gudfan membangun kiprahnya dengan semangat kemandirian ekonomi.

