Nosel.co Jakarta- Miss Cawaii berasal dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tempat ia menghabiskan masa kecil sekaligus membentuk banyak nilai yang hingga kini menjadi bagian dari dirinya.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang hangat, dengan masyarakat yang dikenal ramah, saling membantu, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman agama, budaya, maupun latar belakang.
Nilai tentang menghargai sesama, tidak membeda-bedakan, serta menjaga rasa kekeluargaan terus ia bawa dalam perjalanan hidupnya. Baginya, rumah bukan sekadar tempat seseorang dilahirkan, tetapi juga nilai-nilai baik yang selalu dibawa ke mana pun ia pergi.
Perjalanan Miss Cawaii sebagai content creator justru bermula dari sesuatu yang sederhana: iseng. Saat pandemi COVID-19, ia melihat ramainya aktivitas giveaway di media sosial dan kemudian mendapat ide dari seorang teman untuk mencoba membuat giveaway sendiri.
Ia pun memberanikan diri memulai, bahkan giveaway pertamanya berupa tas Louis Vuitton dengan nilai sekitar Rp10–15 juta.
Dari sebuah langkah sederhana tersebut, perjalanan panjang di dunia digital pun dimulai. Seiring waktu, ia memahami bahwa menjadi content creator bukan sekadar membuat video, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan dengan followers.
Konsistensi, kecintaan terhadap dunia kreatif, serta kemauan untuk terus belajar kemudian membuka kesempatan baginya untuk bekerja sama dengan berbagai brand.

Dalam menjaga kreativitas, Miss Cawaii percaya bahwa menjadi kreatif tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, kreativitas justru lahir dari kemampuan melihat sesuatu yang sederhana melalui sudut pandang berbeda.
Ia banyak mendapatkan inspirasi dari perkembangan dunia digital, content creator dari berbagai negara, serta diskusi bersama tim, keluarga, videographer, editor, dan admin. Meski mengikuti tren, ia tetap berusaha menjaga identitas agar kontennya memiliki karakter yang kuat.
Kontennya banyak menghadirkan unsur komedi yang tetap membawa cerita dan pesan, sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan UMKM dan usaha lokal.
Melalui pendekatan soft selling, ia ingin membuat promosi terasa natural, seperti sebuah pengalaman yang dibagikan kepada penonton, bukan sekadar iklan.
Ke depan, Miss Cawaii memiliki harapan besar, bukan hanya untuk dirinya dan keluarga, tetapi juga untuk Indonesia. Ia ingin Indonesia semakin dikenal dunia melalui keindahan alam, budaya, kuliner, kreativitas, serta keramahan masyarakatnya.
Melalui pekerjaannya sebagai content creator, ia berharap dapat ikut memperkenalkan Indonesia sekaligus membantu mengangkat usaha-usaha lokal, khususnya UMKM di Batam dan berbagai daerah lainnya. Untuk keluarga dan orang-orang yang disayangi, ia berharap mereka selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kehidupan yang baik.
Sementara untuk dirinya sendiri, ia ingin terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, profesional, kreatif, dan bermanfaat. Ia bahkan menyimpan sebuah mimpi besar: suatu hari bisa mencapai 1 miliar followers.
Sebuah mimpi yang terdengar sangat jauh, tetapi baginya tidak ada salahnya bermimpi setinggi mungkin.

Bagi Miss Cawaii, perjalanan hidup adalah tentang keberanian untuk memulai, menikmati proses, dan tetap menjadi manusia yang baik. Ia ingin mengingatkan siapa pun yang sedang membaca kisahnya agar tidak merasa terlalu kecil untuk memulai sesuatu.
Jangan takut memulai dari nol dan jangan terlalu sibuk membandingkan perjalanan sendiri dengan perjalanan orang lain, karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang bisa naik, tetapi juga tentang berapa banyak kebaikan yang dapat ditinggalkan sepanjang perjalanan.
“Boleh bermimpi setinggi langit, boleh melangkah sejauh mungkin, tetapi jangan pernah lupa untuk tetap rendah hati, tetap menjadi manusia yang baik, dan tetap ingat dari mana kita berasal.”
source image: Miss Cawaii

