Nosel.co Jakarta- Kota Jambi bukan sekadar tempat kelahiran bagi Melisa Try Andani. Kota ini menjadi tempat yang membesarkan dirinya sejak lahir hingga tumbuh menjadi sosok yang dikenal banyak orang.
Namun, takdir dan jalan yang diberikan Allah ternyata membawa dirinya melampaui apa yang pernah dicita-citakan, hingga akhirnya Melisa dipercaya menjalani perjalanan sebagai atlet berprestasi di tingkat internasional.
Namun, takdir dan jalan yang diberikan Allah ternyata membawa dirinya melampaui apa yang pernah dicita-citakan, hingga akhirnya Melisa dipercaya menjalani perjalanan sebagai atlet berprestasi di tingkat internasional.
Menjadi atlet tentu bukan perjalanan yang selalu mudah. Ada banyak suka dan duka yang mengiringi setiap prosesnya.
Salah satu kebahagiaan terbesar yang dirasakan Melisa adalah ketika prestasi yang diraihnya mampu membanggakan dirinya dan membuat namanya dikenal banyak orang, bahkan melalui pencapaian di tingkat internasional.
Dari hasil perjuangan tersebut, ia juga bersyukur dapat mewujudkan salah satu impian mulia, yaitu mengumrohkan kedua orang tuanya.
Namun di balik prestasi itu, ada perjuangan berat yang harus dilalui, termasuk cedera hingga menjalani operasi saat masih bertanding.

Pengalaman sebagai atlet membuat Melisa memahami bahwa perjuangan seorang atlet tidak berhenti ketika berada di arena pertandingan. Ia juga melihat masih adanya tantangan, terutama bagi atlet yang mengalami cedera hingga harus pensiun.
Menurutnya, perhatian yang lebih detail terhadap kondisi dan masa depan atlet, khususnya mereka yang mengalami cedera, menjadi hal yang penting. Pengalaman pahit dan manis tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat.
Setelah pensiun sebagai atlet akibat menjalani operasi, Melisa tidak berhenti berkarya. Kini, ia aktif sebagai pelatih dan membuka kelas private olahraga.
Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Merangkul Jiwa Jambi yang peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan masyarakat terlantar
Melisa juga dipercaya untuk menangani berbagai kegiatan dan event, mulai dari skala kecil hingga besar.
Dengan aktivitas yang padat, ia belajar mengatur waktu dengan membuat jadwal kegiatan setiap hari. Baginya, menjaga kesehatan juga tetap menjadi prioritas, termasuk dengan beristirahat cukup dan mengonsumsi vitamin.

Bagi Melisa, hidup adalah tentang terus membuktikan kemampuan diri tanpa harus kehilangan jati diri.
“Tetaplah menjadi diri sendiri di versi terbaik untuk membuktikan bahwa kita bisa membayar perkataan orang yang meragukan kita,” pesannya.
Ia juga percaya bahwa berbuat baik dan menjadi pribadi yang bermanfaat dapat menghadirkan senyuman bagi mereka yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.
Melisa memilih untuk terus melangkah, tanpa perlu menjelaskan siapa dirinya kepada semua orang. Sebab, baginya, karya, ketulusan, dan manfaat yang diberikan kepada sesama akan selalu berbicara lebih kuat daripada keburukan yang disebarkan orang lain.
Source image: Melisa

